banner 728x250

Puzzle Perdamaian Di Rimba Pala Patani

Kepolisian Keras dan Tegas​
Kisah sukses aparat Kepolisian Resort Halmahera Timur dalam ungkap-tangkap pelaku kasus Waci yang kemudian divonis 14 penjara memberi harapan dilakukannya usut-tuntas kasus Banemo. Kini teknologi semakin maju, kecakapan aparat kepolisian semakin mumpuni, salah satu aspek penting memberi dan menumbuhkan rasa saling percaya secara hakiki diantara sesama anak negri Gamrange adalah aparat Kepolisian untuk segera pro aktif mencari menemukan dan diproses pelaku pembunuhan itu secara wajar-pantas.

Hampir tidak ada alasan yang paling masuk akal untuk mengatakan bahwa aparat Kepolisian sulit untuk menuntaskan kasus ini. Dalam kasus Sambo adalah ketika secara keras dan tegas Kapolri Jenderal Polisi Listiyo Sigit Prabowo memerintahkan; “Lakukan penyelidikan segera dengan menggunakan metode scientific crime investigation”. Tak butuh waktu lama kasus Sambo dapat di tuntaskan. Pesan tegas Kapolri ini pantas untuk di suarakan publik dalam rangka melengkapi rangkaian pauzle puzle kemanusiaan (aman dan damai) yang kini telah perlahan tapi pasti disusun kembali. Aparat keamanan TNI-Polri dan Pemerintah telah tak henti terus memediasi, sampai kini bisa memberi rasa aman, saling jabat tangan merendahkan ego mendingingkan kepala dan menyamankan hati.

Spirit Fagogoru Negri Gamrange
Falsafah fagogoru; Ngaku re rasai, Budi re bahasa, Sopan re hormat, Mtat re meimoi yang telah 800 tahun lebih mekar sebelum Indonesia lahir, dirawat dijaga secara seksama oleh para datuk moyang leluhur Negri Gamrange yang hebat dan legend itu. Fakta ditemukan ketika musibah kemanusiaan (bernuansa SARA) tahun 1999-2000. Banemo yang Muslim dan Sibenpopo yang Nasrani tetap tegak berdiri-kokoh tak oleng diterpa hasutan-provokasi. Kedua desa dengan dua agama mayoritas, dengan suku berbeda malah bahu membahu memberi dan menjaga ketentraman-ketenangan, kenyamanan-kedamaian, sementara beberapa daerah lain di Maluku Utara saat itu tercabik-koyak amarah membabi buta dalam musibah Sara itu. Ini memberi garansi dan apresiasi bahwa spirit fagogoru di Negri Gamrange itu telah teruji dan pantas dipuji karena dapat dengan kokoh menjadi benteng kemanusiaan-perdamaian yang mampu menghalau secara presisi setiap provokasi bernuansa Sara.

Kini infrastruktur rumah tinggal maupun publik lainnya yang terdampak musibah, terus digenjot oleh pemerintah Halmahera Tengah. Jika sudah begitu responsivenya Bupati, aparat keamanan dan seluruh stake holder Halmahera Tengah mengambil tugas dan tanggungjawab kepemimpinan-kemanusiaan dalam peristiwa ini, maka apa pentingnya lagi ‘bising-brisik’ soal air mata. Meski air mata yang perlahan merembes-merengsek turun membasahi wajah siapa saja termasuk para pemimpin adalah reaksi alamiah setelah tubuh dan fikiran bergegas-bergerak, setelah bergumul-berjibaku kesana kemari mengusap air mata dan membalut duka menganga rakyatnya sendiri.

Para pemimpin dilevel manapun senantiasa memberi respon dan atau penyataan publik berdasar akal sehat, tenang-rasional, tidak cengeng sentimental-emosional. Saat ini ada satu puzle perdamaian yang hendak di susun kembali, dengan menunggu aparat Kepolisian dibawah Komando Polda Maluku Utara untuk secara presisi menemukan pelaku pembunuhan dua april di rimba pala Patani maupun beberapa lain sebelumnya.

Di laut Patani yang biru tenang-jernih, teruslah bersuka cita, April ini musimnya Sib Mimnyen: waktunya panen laor sambil menatap hijaunya pegunungan yang kokoh. Bersenandunglah sepenuh hati merdeka; biarkan Rimba Pala Patani itu terus mekar-menebar cahaya kehidupan nan tak kunjung padam tanpa tambang dan sawit.#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *