(Lagu “Moon Veil” Penyanyi : Raselhits)
By: M.Guntur Alting
“Menemani kopi pagi, saya ingin berbagi sedikit perenungan tentang sebuah lagu yang baru saja saya dengar..”
SAYA baru saja menonton sebuah video pendek. Di Facebook. Isinya sederhana: sebuah lagu. Judulnya “Moon Veil.”Cadar Rembulan.
Penyanyinya Raselhits. Suaranya empuk. Aransemennya minimalis.Tapi isinya? Dalam. Sedalam sumur kenangan yang sudah lama tidak ditengok.
Saya langsung termenung.
Mendengarkan “Moon Veil” adalah seperti berjalan di bawah langit Tidore atau Ternate saat purnama sedang malu-malu.
Ada cahaya, tapi ia tidak telanjang. Ia terbungkus awan tipis—sebuah selubung atau cadar.
Dalam lagu ini, “cadar” bukan sekadar metafora kain, melainkan mekanisme pertahanan jiwa.
Liriknya menyentuh sisi sosiologis yang paling sunyi: “Hold the feelings I can’t speak right.”
Betapa sering kita mengalami itu. Perasaan yang begitu penuh di dada, tapi mendadak macet di tenggorokan.
-000-
Di era di mana setiap orang merasa wajib “memuntahkan” status di media sosial, lagu ini justru merayakan ketidakberdayaan kata-kata.
Ada rindu yang “terlalu purba” untuk dipadatkan dalam kalimat. Maka, biarlah ia tetap berada di bawah “cadar” itu.
Lagu ini adalah sebuah “jeda.” Sebuah pemberhentian sejenak dari ambisi-ambisi duniawi untuk sekadar mengakui bahwa kita pernah mencintai dan pernah merasa kehilangan.
Ia tidak menawarkan janji muluk. Ia hanya berbisik bahwa malam yang kelam, kesepian yang mencekam, dan kenangan yang menghimpit, semuanya punya batas waktu. “The dawn will rise,” katanya. Fajar pasti datang.
Kadang, kita memang perlu merasa sedih untuk tahu bahwa kita masih punya hati. Kita perlu merasa sepi untuk tahu bahwa kita pernah begitu berarti bagi seseorang.
Bagi saya, lagu ini adalah “ritual merawat sunyi.” Agar kita tidak menjadi robot di tengah mekanisme sosial yang semakin mekanis. Agar kita tetap menjadi manusia.
Anda sudah dengar lagunya?
Menurut Anda, apakah “Cadar Rembulan” ini tentang seseorang yang sudah berdamai dengan masa lalunya, atau justru sedang berusaha memeluk lukanya? (***)
Pejaten Barat, 18 April 2026
Pukul: 07.11


















