banner 728x250

CADAR REMBULAN

(Lagu “Moon Veil” Penyanyi : Raselhits)

By: M.Guntur Alting

“Menemani kopi pagi, saya ingin berbagi sedikit perenungan tentang sebuah lagu yang baru saja saya dengar..”

SAYA baru saja menonton sebuah video pendek. Di Facebook. Isinya sederhana: sebuah lagu. Judulnya “Moon Veil.”Cadar Rembulan.

​Penyanyinya Raselhits. Suaranya empuk. Aransemennya minimalis.Tapi isinya? Dalam. Sedalam sumur kenangan yang sudah lama tidak ditengok.

Saya langsung termenung.​

Mendengarkan “Moon Veil” adalah seperti berjalan di bawah langit Tidore atau Ternate saat purnama sedang malu-malu.

Ada cahaya, tapi ia tidak telanjang. Ia terbungkus awan tipis—sebuah selubung atau cadar.

Dalam lagu ini, “cadar” bukan sekadar metafora kain, melainkan mekanisme pertahanan jiwa.

​Liriknya menyentuh sisi sosiologis yang paling sunyi: “Hold the feelings I can’t speak right.”

​Betapa sering kita mengalami itu. Perasaan yang begitu penuh di dada, tapi mendadak macet di tenggorokan.

-000-

Di era di mana setiap orang merasa wajib “memuntahkan” status di media sosial, lagu ini justru merayakan ketidakberdayaan kata-kata.

Ada rindu yang “terlalu purba” untuk dipadatkan dalam kalimat. Maka, biarlah ia tetap berada di bawah “cadar” itu.

​Lagu ini adalah sebuah “jeda.” Sebuah pemberhentian sejenak dari ambisi-ambisi duniawi untuk sekadar mengakui bahwa kita pernah mencintai dan pernah merasa kehilangan.

​Ia tidak menawarkan janji muluk. Ia hanya berbisik bahwa malam yang kelam, kesepian yang mencekam, dan kenangan yang menghimpit, semuanya punya batas waktu. “The dawn will rise,” katanya. Fajar pasti datang.

​Kadang, kita memang perlu merasa sedih untuk tahu bahwa kita masih punya hati. Kita perlu merasa sepi untuk tahu bahwa kita pernah begitu berarti bagi seseorang.

​Bagi saya, lagu ini adalah “ritual merawat sunyi.” Agar kita tidak menjadi robot di tengah mekanisme sosial yang semakin mekanis. Agar kita tetap menjadi manusia.

Anda sudah dengar lagunya?

​Menurut Anda, apakah “Cadar Rembulan” ini tentang seseorang yang sudah berdamai dengan masa lalunya, atau justru sedang berusaha memeluk lukanya? (***)

Pejaten Barat, 18 April 2026
Pukul: 07.11

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *