Ternate — Ekonom Unkhair melontarkan pandangan yang menarik.Ditengah klaim prestasi pertumbuhan ekonomi oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, pakar ekonomi Mukhtar Adam menilai keberhasilan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tidak bisa dilepaskan dari fondasi kepemimpinan dua gubernur pilihan rakyat, yakni Thaib Armaiyn dan Abdul Gani Kasuba.
Ekonom kritis ini mengemukakan pandangan kritisnya berdasarkan argumentasi yang sistimatis.
Menurut Mukhtar, kedua pemimpin tersebut memainkan peran penting dalam fase yang berbeda: stabilisasi sosial pasca konflik dan akselerasi ekonomi di tengah krisis global.
“Kalau kita lihat secara historis, Maluku Utara baru memiliki dua gubernur yang benar-benar dipilih langsung oleh rakyat dan keduanya memberi kontribusi besar dalam konteks yang berbeda,” ujar Mukhtar dalam keterangannya di Ternate.
Ia menjelaskan, kepemimpinan Thaib Armaiyn menjadi fondasi awal yang sangat krusial, terutama dalam merajut kembali harmoni sosial pasca konflik 1999. Dengan pendekatan komunikasi yang membumi, Thaib dinilai berhasil membangun kepercayaan publik di tengah perbedaan yang sempat tajam.
“Pada fase itu, stabilitas adalah kunci. Dan Thaib berhasil menghadirkan rasa damai yang kemudian menjadi modal sosial bagi pembangunan ke depan,” katanya.
Memasuki periode berikutnya, Mukhtar menyebut sosok Abdul Gani Kasuba sebagai figur sentral dalam mendorong lompatan ekonomi daerah. Ia bahkan menyematkan julukan “Bapak Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara” atas capaian yang dinilai luar biasa, khususnya saat menghadapi tekanan pandemi COVID-19.
Di tengah keterbatasan fiskal, kebijakan refocusing anggaran, serta melemahnya daya beli masyarakat dan harga komoditas seperti kopra, Abdul Gani dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus membangun optimisme publik.
“Di saat banyak daerah terkontraksi, Maluku Utara justru menunjukkan resiliensi. Tahun 2022 menjadi titik balik, di mana pertumbuhan ekonomi Maluku Utara melejit dan menjadi salah satu yang tertinggi, bahkan mencuri perhatian dunia,” ungkap Mukhtar.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut bukan semata faktor eksternal, melainkan hasil dari kepemimpinan yang mampu mengurai krisis menjadi peluang, serta keberanian mengambil kebijakan strategis di tengah tekanan.
Lebih lanjut, Founder Lembaga Nirlaba Kampoeng Malanesia – Sidegon ini juga menyinggung kepemimpinan saat ini di bawah Sherly Tjoanda. Ia menilai, capaian pertumbuhan ekonomi tinggi yang dinikmati saat ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun sebelumnya.
“Pemerintahan sekarang tentu memiliki tantangan sendiri, tetapi harus diakui bahwa mereka juga mewarisi basis pertumbuhan yang sudah kuat dari periode sebelumnya,” ujarnya.
Mukhtar menegaskan, kesinambungan kebijakan dan kemampuan menjaga momentum menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan, yang paling penting adalah bagaimana pertumbuhan itu inklusif, menyentuh masyarakat bawah, dan berkelanjutan,” tutupnya.
















