TERNATE – PT BPRS Saruma Sejahtera, bank syariah milik Pemda Halmahera Selatan, sukses memborong tiga penghargaan sekaligus di ajang nasional TOP BUMD Awards 2025. Atas capaian itu, Komisaris Utama BPRS Saruma, Sofyan Abas, menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin.
“Kalau bank daerah dapat penghargaan, itu jarang prestasi solo karir. Pemda punya peran besar dibalik layar. Bank daerah = BUMD, jadi ibaratnya anak perusahaan milik Pemda. Terima kasih buat Pak Bassam Kasuba dan Pak Helmi Umar Muchsin,” ujar Sofyan, Kamis (15/4/2026).
Tiga Penghargaan, Satu Kunci: Peran Pemda
BPRS Saruma Sejahtera resmi diumumkan sebagai penerima TOP BUMD Awards 2025 usai sesi penjurian virtual pada 30 Desember 2024 lalu. Bank dengan komposisi saham 99% milik Pemkab Halmahera Selatan dan 1% perseorangan ini dinilai unggul karena tata kelola dan kontribusi nyata ke pemerintah daerah Halsel.
Menurut Sofyan Abas yang juga Ekonom UMMU Ternate sekaligus Kandidat Prof, peran Bupati dan Wakil Bupati sangat signifikan membuat BPRS Saruma banknya rakyat Halmahera Selatan ini kredibel dan survive ditengah persaingan lembaga keuangan perbankan yang makin kompleks dan kompetitif.
“Beragam kebijakan Pemda Halsel telah mendorong penguatan peran BPRS Saruma dalam menggerakkan ekonomi daerah,” tegasnya.
5 Peran Kunci Pemda di Balik Prestasi BPRS Saruma
Sofyan merinci lima peran Bupati dan Wakil Bupati yang jadi fondasi prestasi tersebut:
- Sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP)
Pemda menggelontorkan modal inti lewat APBD. Tanpa modal yang kuat, bank daerah sulit ekspansi kredit atau pembiayaan, upgrade IT, atau memenuhi standar OJK. “Modal inti sehat itu keputusan politik anggaran Pemda,” kata Sofyan. - Arah Kebijakan & Good Corporate Governance
Lewat RUPS, Bupati memilih jajaran komisaris & direksi yang kompoten dan profesional, bukan titipan. Pemda juga menetapkan target kinerja via RPJMD & RKPD yang jadi KPI bank. Contohnya, dorongan digitalisasi layanan dan penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM lokal. - Regulator & Fasilitator Bisnis
Pemda membangun ekosistem: mewajibkan pengelolaan gaji ASN lewat BPRS Saruma, menyalurkan bansos, pajak, dan retribusi daerah via bank daerah, hingga mengintegrasikan program pembiayaan Daerah. “Volume transaksi ini menaikkan fee-based income & likuiditas bank,” jelasnya. - Pengawasan & Pembinaan
Biro Ekonomi Keuangan atau BPKAD rutin evaluasi kinerja keuangan & kepatuhan. Pembinaan aktif membuat BPRS Saruma patuh OJK, LPS, BI — syarat utama raih predikat “Bank Sehat” atau “Top BUMD”. - Reputasi & Kepercayaan Publik
“Ketika Pemda pro-bisnis BPRS, maka kepercayaan masyarakat ke bank daerah ini ikut naik. Dana pihak ketiga tumbuh, NPL terjaga. ,” ujar Sofyan.
Penghargaan BPRS = Rapor Pemda
Sofyan menegaskan, penghargaan ke bank daerah sama dengan rapor untuk Pemda. “Artinya Pemda berhasil sebagai pemilik: kasih modal cukup, arah yang jelas, ekosistem bisnis, dan menjaga independensi profesional bank,” tandasnya.
Strategi bisnis BPRS Saruma sendiri memang lekat dengan Pemda. Penghimpunan dana banyak bermitra dengan Pemda kewat opd-opd, sementara penyaluran pembiayaan dominan ke ASN. Misinya tegas: insya Allah kedepan kontribusi positif ke PAD Halsel.
“Intinya, BPRS berprestasi sama dengan Pemda Halsel berhasil jadi pemilik yang bank yang sukses’ dan BPRS Saruma tetap profesional,” pungkas Sofyan Abas.












