banner 728x250

MTQ Digelar di Basemen Masjid, Kontras Dengan Rapat di Hotel Bintang 4: Gubernur Sherly Tjoanda Dihantam Kritik Tokoh Islam

TERNATE – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Maluku Utara 2026 memicu gelombang kecaman. MTQ digelar di area basemen/lantai dasar Masjid Raya Shaful Khaerat, Sofifi, dengan sosialisasi yang dinilai sangat minim oleh ulama dan aktivis Islam.

Mereka menilai sikap Pemprov di bawah Gubernur Sherly Tjoanda terkesan meremehkan agenda akbar umat Islam. Kritik makin keras karena kontras dengan kegiatan resmi Pemprov lain.

“MTQ di Basemen, Rapat di Hotel Bintang”

Sofyan Abas, akademisi dan aktivis Muslim Malut, mengecam keras: “Kita kecam keras pelaksanaan MTQ di basemen Masjid Shaful Khaerat sementara kegiatan rapat saja digelar di Hotel Bella, hotel bintang 4 miliknya yang menguras APBD Malut cukup besar,”ujar akademisi ini kritis.

Ketua DPD Gerindra Malut Sahril Thahir juga menyoroti etika keputusan Pemprov. Menurutnya, MTQ bukan sekadar lomba baca Al-Qur’an, tapi panggung dakwah utama untuk membumikan nilai Al-Qur’an.

“Menempatkan kegiatan sebesar dan semulia ini di ruang bawah tanah terkesan meremehkan. Pemprov terlihat tidak menghargai makna dan kemuliaan MTQ itu sendiri,” ujar Sahril, Senin 22/6/2026.

Sosialisasi Minim, Umat Tak Tahu Ada MTQ

Ustadz H. Usman Muhammad, Imam Besar Masjid Al-Munawwar dan mantan Sekretaris Umum LPPTQ Malut, menyoroti minimnya sosialisasi.Ia mengaku mendapat banyak keluhan umat soal minimnya publikasi.

“Memang ada masyarakat bertanya ke saya, ‘Ustadz padahal MTQ Provinsi sudah mulai ya? Kok tong tidak dengar lagu Mars MTQ di RRI?’ Kalau bagi saya berprasangka baik, mungkin dalam rangka efisiensi anggaran sehingga publikasi ditiadakan. Wallahu’a’lam bissawab,” ujarnya.

Ia mengingatkan, di kepanitiaan MTQ/STQ semua tingkatan ada bagian Dokumentasi dan Publikasi yang tugasnya menyiarkan agar syiar MTQ terasa.

Prof Jubair Situmorang, Guru Besar IAIN Ternate dan Ketua MUI Kota Ternate, menegaskan fungsi MTQ adalah syiar Islam yang butuh perencanaan baik.

“Sejatinya kegiatan agama itu salah satu fungsinya adalah syi’ar agama. Untuk mewujudkannya dibutuhkan perencanaan yang baik. Bagi kita jangan sampai menghilangkan semangat syi’ar Islam,” imbuhnya.

Tuntutan: Hormati Syiar Islam

Para tokoh sepakat, MTQ adalah syiar publik yang harus ditempatkan dengan layak dan dipublikasikan masif. Menempatkannya di basemen dengan gaung minim, sementara rapat Pemprov digelar di hotel bintang, dinilai mencederai rasa keadilan umat.

Hingga berita ini diturunkan, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda belum bisa dikonfirmasi.Pesan konfirmasi yang dilayangkan media ini via nomor WA namun terbaca belum aktiv.

sementara Karo Kesra Setdaprov Malut yang dikonfirmasi baik melalui pesan WA maupun via telpon belum menanggapinya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *