JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar resmi melantik Adnan Mahmud sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri Ternate untuk masa bakti 2026–2030. Pelantikan tersebut dilakukan bersamaan dengan penetapan lima pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya di lingkungan Kementerian Agama.
Prosesi pelantikan dilaksanakan di kantor Kementerian Agama RI di Jakarta.
Dalam amanatnya, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa para pimpinan perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai figur sentral yang memberi pengaruh positif di lingkungan akademik maupun masyarakat.
Menurutnya, rektor dan ketua PTKN yang baru dilantik harus mampu memikul tanggung jawab dengan baik serta menjadi kompas moral di kampus masing-masing.
“Saya harap para rektor yang baru dilantik bisa menjadi contoh dan teladan di kampus, baik dalam urusan ibadah, akademik, maupun sebagai tokoh masyarakat. Anda adalah yang terbaik di kampus masing-masing. Jadilah teladan, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga dan masyarakat,” ujar Nasaruddin.
Menanggapi amanah tersebut, Adnan Mahmud menyampaikan rasa syukur sekaligus kesadaran bahwa jabatan yang diembannya merupakan tanggung jawab besar.
“Syukur alhamdulillah disertai ucapan innalillahi wainnailaihi rajiun, karena jabatan itu amanah sekaligus musibah jika kita tidak menjaganya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Adnan juga memaparkan misi besar kepemimpinannya, yakni mendorong transformasi kelembagaan IAIN Ternate menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
“Misi besarnya adalah transformasi kelembagaan menjadi Universitas Islam Negeri atau UIN,” katanya.
Menurutnya, salah satu tantangan utama untuk mencapai status tersebut adalah jumlah mahasiswa. Saat ini IAIN Ternate memiliki sekitar 3.000 mahasiswa, sementara syarat menjadi UIN minimal 4.000 mahasiswa.
“Syarat menjadi UIN harus memiliki 4.000 mahasiswa. Sekarang kita punya sekitar 3.000, jadi masih perlu peningkatan.Dengan membaca agregat mahasiswa per tahun yang trendnya meningkat, insya Allah target ini bisa kita capai dalam dua tahun,” jelasnya optimistis.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama juga melantik sejumlah pimpinan PTKN lainnya, yakni Khairudin sebagai Rektor UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, Sumper Mulia Harahap sebagai Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Musahadi sebagai Rektor UIN Walisongo Semarang, serta Hendry Yoshua Nanlohy sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani.
Adnan Mahmud bukan sosok baru di lingkungan IAIN Ternate. Putra asal Desa Posi-Posi, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan itu sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor I yang menangani berbagai urusan strategis, termasuk proses transformasi kelembagaan kampus.
Jejak akademisnya terhitung mentereng dengan berhasil meraih gelar S1 STAIN Dataokarama Palu, S2 dan S3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Selain dikenal sebagai akademisi dan intelektual muda Muslim, alumnus Doktoral UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini juga aktif di organisasi kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Maluku Utara serta Sekretaris Wilayah Himpunan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Maluku Utara.
Dengan latar belakang akademik dan pengalaman organisasi tersebut, Adnan diharapkan mampu membawa IAIN Ternate menuju transformasi kelembagaan yang lebih besar di masa mendatang.***














