TERNATE — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda lepas tangan atas tuntutan ulama, aktivis dan umat muslim agar merekomendasikan penolakan terhadap PT.Ormat Geothermal Indonesia, pemenang lelang pengelola proyek panas bumi Talaga Rano di kabupaten Halmahera barat.
Namun Orang nomor satu di Pemprov Malut itu lepas tangan menyerahkan urusan PT.Ormat Geothermal Indonesia ke pemerintah pusat ketika dikonfirmasikan aspirasi ulama dan umat muslim agar merekomendasikan penolakan PT.Ormat Geothermal Indonesia.
“Tanyakan ke pemerintah pusat”jawab ia singkat menanggapi Komfirmasi media ini disela -sela acara pasar halal yang digelar Bank Indonesia Maluku Utara di gedung dhafa center di bilangan Gamalama rabu siang tadi.
Menanggapi sikap Gubernur Maluku Utara ini, Muslim Arbi nampak geram.
Direktur Gerakan Indonesia Bersatu ini menilai : Sherly Tjoanda kehilangan empati dan tidak aspiratif terhadap tuntutan umat muslim Maluku utara yang sangat solidaritas terhadap warga Gaza, Palestina.
Berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi dan PP Nomor 7 Tahun 2017, kewenangan penyelenggaraan panas bumi untuk pemanfaatan tidak langsung (pembangkit listrik) secara umum berada di tangan Pemerintah Pusat (Menteri ESDM). Namun, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota memiliki peran penting dalam tahapan lelang dan pengembangan, khususnya sebagai penyedia data, koordinator, dan pemegang kewenangan perizinan lingkungan.
“sayangnya kewenangan Gubernur Sherly ini tidak digunakan demi umat muslim Maluku utara”ujar Muslim sesal.
“Kan sebagai Gubernur daerah penghasil, Gubernur Sherly bisa memberikan pertimbangan ke pemerintah dengan memperhatikan aspirasi ulama dan umat muslim”tandasnya.
Muslim Arbi – mengingatkan Sherly bahwa seluruh dunia mengutuk kebiadaban Israel, negara Yahudi itu terhadap warga Gaza dan menolak kemerdekaan Palestina.
Berdasarkan data terpercaya, sebanyak 75.000 diantaranya 20.000 anak-anak warga Gaza tewas sementara 100.000 mengalami luka serius dan cacat akibat serangan tu dan dan bom tentara Israel.
Seluruh dunia mengutuk aksi biadab negara Zionis Israel ini.
“Sherly Tjoanda kok diam saja”gumam Muslim Arbi.
Muslom dan kalangan ulama mengkhawatirkan keuntungan pengelolaan energi panas bumi talaga Rano menjadi suntikan finansial bagi penguatan alutsista militer Israel untuk memerangi umat muslim di Palestina dan kini Iran.
Sebab tandas Muslim, PT.Ormat Geothermal Indonesia dengan perusahan induk PT.Ormat Technologie Inc merupakan perusahan Israel yang berbasis di Amerika Serikat yang memiliki afiliasi ke sistem ekonomi Israel.
“Atas nama umat muslim sangat menyesalkan dan mengecam sikap diam Gubernur sherly Tjoanda terhadap PT.Ormat Geothermal Indonesia”pungkasnya.














