banner 728x250

In Memoriam: SELAMAT JALAN KO UCU/YUS GAMGULU

  • Sang Pelantun Jiwa “Nyinga Tongo” dari Bumi Sangaji itu Telah Pergi

Oleh: M. Guntur Alting

​”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.” ​

Hari Senin, 23 Maret 2026, awan mendung seolah menggelayut lebih rendah di ufuk Jakarta.

Kabar duka itu tersiar cepat, melintasi pulau-pulau, menembus bumi sangaji, mengetuk pintu hati yang pernah terpikat oleh suaranya: Yus Gamgulu.

Sosok yang lebih karib di telinga kita dengan sapaan hangat Ko Ucu, telah menyelesaikan “etape terakhir” perjalanannya di dunia ini.

–000–

Suara yang Menembus Zaman

​Bagi mereka yang tumbuh dalam dekapan budaya Ternate-Tidore khususny di Jakarta, nama Ko Ucu bukan sekadar nama penyanyi.

Beliau adalah sebuah institusi rasa. Gelar “Penyanyi” yang melekat di belakang namanya bukanlah sekadar profesi, melainkan identitas yang ia pikul dengan penuh dedikasi.

​Melalui pita suaranya, kita seringkali dibawa pulang ke kampung halaman. Suaranya bukan hanya deretan nada, melainkan narasi tentang rindu, tentang laut yang tenang, dan tentang persaudaraan yang kental di bumi Moloku Kie Raha.

Ko Ucu adalah saksi hidup sekaligus salah satu aktor yang mewarnai dinamika seni suara anak daerah di daerah kota Jakarta.

Sosok yang Rendah Hati

​Di balik karisma panggungnya, Ko Ucu dikenal sebagai pribadi yang bersahaja. Nama “Ko Ucu” sendiri menyiratkan kedekatan—sebuah panggilan akrab dengan orang sekelilingnya.

​Kepergiannya di bulan Syawal ini menyisakan kenangan tentang ketulusan.

Ia mengajarkan bahwa seni bukan hanya soal tepuk tangan, tetapi tentang bagaimana memberikan kebahagiaan kepada orang lain melalui “talenta” yang dititipkan Tuhan.

​Warisan yang Takkan Padam

​Meskipun raga Yus Gamgulu kini telah bersatu dengan bumi, namun warisan kreatifnya akan tetap hidup.

Setiap bait lagu yang pernah ia nyanyikan akan terus bergema bagi pencintanya, menelisik relung-relung hati yang syahdu.

Pagi ini, saya menonton dan menyimak bait-bait lagu ” Nyinga Tongo” karya Almarhum Ko Ucu yang dinyanyikan kembali oleh Ci Andi Komariah melalui Facebook Om Umar, tak terasa meleleh air mata, maknanya begitu dalam.

​Kita kehilangan satu lagi “mutiara dari timur.” Namun, kita juga bersyukur pernah memiliki sosok sepertinya—seorang “maestro” yang setia pada jalurnya hingga akhir hayat.

–000–

Doa Terakhir

​Kini, panggung dunia telah ia tinggalkan. “Mikrophon” telah diletakkan, dan lampu panggung telah padam.

Namun, di hadapan Sang Khalik, kita meyakini ia sedang menuju tempat yang jauh lebih indah.

​”Sesungguhnya kami milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali.”

​Semoga almarhum Yus Gamgulu (Ko Ucu) diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Semoga segala amal ibadahnya diterima, kekhilafannya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.

​Selamat jalan, Ko Ucu. Terima kasih telah menyanyikan “lagu-lagu kehidupan” untuk kami.

Namamu akan selalu abadi dalam harmoni ingatan kami.

Husnul Khotimah, Ko Ucu.Amiin.

Kalibata, 24 Maret 2026
Pukul : 12 .00

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *