banner 728x250

OPEN HOUSE DI TERNATE: Lebaran Yanger dan “Guns N’ Roses” Meriah Dalam Spirit Toleransi

TERNATE — Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Ternate tahun ini terasa berbeda. Tak hanya dipenuhi tradisi silaturahmi, momen lebaran juga dihiasi nuansa budaya lokal hingga sentuhan unik yang membuat perayaan kian berwarna.

Usai pelaksanaan salat Idulfitri pada Sabtu, 21 Maret 2026, jajaran pimpinan Pemerintah Kota Ternate kompak menggelar open house, membuka pintu bagi masyarakat untuk bersilaturahmi tanpa sekat.

Menariknya, tradisi ini tak hanya diikuti umat Muslim, tetapi juga diramaikan warga Kristiani yang turut hadir, memperkuat semangat toleransi di Kota Rempah.

Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, menggelar open house di rumah dinasnya di Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (21–22 Maret 2026), dan dipadati ribuan warga sejak sore hingga malam hari.

Didampingi sang istri, Ny. Hj. Marliza M Tauhid, berrempat di Pendopo, Wali Kota menyambut langsung masyarakat yang datang dari berbagai penjuru, termasuk warga Kecamatan Batang Dua yang secara khusus menyeberang ke Ternate demi bersilaturahmi.
“Alhamdulillah, momen lebaran ini kita bisa lebih dekat dengan masyarakat. Di hari biasa semua sibuk, tapi open house ini jadi ruang bertemu langsung dengan rakyat,” ujar Tauhid.

Tak hanya di rumah dinas wali kota, suasana serupa juga terlihat di kediaman pribadi Wakil Wali Kota Nasri Abubakar di Kelurahan Tanah Tinggi. Sejumlah pejabat, ASN, hingga masyarakat umum tampak silih berganti datang untuk bersalaman dan menikmati hidangan yang disediakan.

Sementara itu, nuansa berbeda justru terasa di kediaman Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly. Open house yang digelar di kawasan yang dikenal dengan sebutan “Guns N’ Roses” di Kelurahan Tanah Tinggi menghadirkan suasana yang lebih santai, akrab, dan penuh sentuhan seni.

Kemeriahan semakin terasa saat rombongan warga Batang Dua hadir membawa musik tradisional Yanger. Alunan tembang-tembang khas yang mereka bawakan sukses menghidupkan suasana, menciptakan harmoni antara tradisi lokal dan nuansa lebaran yang hangat.

Acara yang digelar di halaman rumah dengan taman bunga itu pun terasa semakin “romantis”, memadukan keindahan suasana dengan keakraban antarwarga dalam lehangatan toleransi. “Kita buat lebaran Pak Sekda ini jadi romantis,” celetuk CEO Maluttv yang disambut tawa ringan para undangan.

Kehadiran warga lintas agama dalam rangkaian open house ini menjadi bukti kuatnya toleransi di Ternate. Lebaran bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan.

Rencananya, ketiga pimpinan daerah tersebut masih akan melanjutkan agenda open house dalam beberapa hari ke depan, memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk bersilaturahmi langsung.

Di Ternate, lebaran tak hanya soal ketupat dan opor, tetapi juga tentang Yanger, taman bunga, dan kehangatan toleransi yang terasa hingga ke sudut-sudut kota.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *