TERNATE – Survei terbaru Litbang HalmaheraPost mengungkapkan dinamika menarik jelang Pemilihan Wali Kota Ternate lima tahun mendatang. Meski masih ada peluang terbuka, Rizal Marsaoly tampil sebagai calon favorit dengan dukungan 29,3 persen—menguasai hampir semua segmen usia dan menunjukkan stabilitas demografis yang kuat.
Positioning yang Merata di Semua Generasi
Rizal unggul dengan dukungan tertinggi di kalangan Milenial (30,7%) dan Generasi Z (29,4%). Meski sedikit menurun di kalangan Baby Boomers menjadi 27,5 persen, angka ini tetap unggul dari pesaingnya. Direktur Litbang HalmaheraPost, Jufri Abubakar, menyebut keunggulan ini sebagai bukti keberhasilannya menembus batas usia dan menyebar dukungan secara merata.
“Ini merupakan kekuatan besar dalam politik lokal. Dengan distribusi dukungan lintas generasi, Rizal memiliki fondasi yang kokoh dan stabil,” ujarnya.
Tantangan dari Kompetitor di Segmen Muda
Di posisi kedua, Abubakar Abdullah mengumpulkan 21,3 persen suara, mayoritas dari kalangan senior dan matang secara politik. Namun, di kalangan Generasi Z, yang merupakan salah satu pasar penting, elektabilitasnya baru 16,2 persen, jauh tertinggal dari Rizal.
Jufri menambahkan, “Kalau Abubakar tidak mampu melakukan repositioning pesan dan pendekatan di kalangan Gen Z, jaraknya akan sulit dikejar. Anak muda saat ini tidak hanya soal usia, tapi juga gaya dan cara pandang yang berbeda.”
Pesaing yang Stabil namun Masih Perlu Asupan Baru
Sementara itu, Nasri Abubakar tampil stabil di angka 15 persen, dengan dukungan merata di semua generasi. Ini menunjukkan loyalitas basis pendukung yang kokoh meskipun belum cukup untuk bersaing di posisi puncak.
Erwin Umar, yang meraih 12,8 persen, menunjukkan keunikan dengan kekuatan di kalangan Baby Boomers dan Generasi Z. Tapi, tanpa penguatan di segmen tengah, peluang untuk naik panggungnya terlihat terbatas.
Akses ke Suara Anak Muda Jadi Kunci
Survei juga mengungkapkan angka undecided voters di kalangan Generasi Z yang mencapai 9,3 persen—jumlah terbesar dibandingkan kelompok usia lain. Fenomena ini menjadi alarm sekaligus peluang besar.
Jufri menegaskan, “Mereka yang mampu membaca aspirasi dan kebutuhan Gen Z secara tulus akan mendapatkan insentif elektoral besar. Pendekatan-program, transparansi, dan kedekatan isu sosial menjadi kunci utama dalam memenangkan hati generasi muda ini.”
Persaingan Ketat di Bawah dan Strategi Masa Depan
Di posisi terbawah, Merlisa Marsaoly dan Husni Bopeng masing-masing meraih 7 persen dan 5 persen. Keduanya harus mampu memperluas dukungan di segmen usia lebih matang agar tetap relevan.
Secara keseluruhan, kontestasi masih sangat dinamis. Rizal Marsaoly diunggulkan karena dukungannya yang tersebar luas, namun peluang tetap terbuka karena masih banyak undecided voters, terutama di kalangan Gen Z.
Kesimpulan
Jufri Abubakar menutup, “Dalam politik, yang hari ini unggul belum tentu tetap di atas. Kunci keberhasilan ke depan adalah efektivitas komunikasi, konsistensi narasi, serta mampu memahami psikologi generasi muda secara autentik—mereka yang akan menentukan masa depan Ternate.”








