banner 728x250

SAAT NOBAR SPANYOL VS ARGENTINA, WARGA TERNATE BENTANGKAN SPANDUK: “TOLAK PINJAMAN 1 TRILIUN PEMPROV MALUT”

TERNATE, 20 Juli 2026. — Euforia Final Piala Dunia 2026 di Taman Film, Fort Orange, pecah dini hari tadi. Puluhan ribu warga bersorak untuk Spanyol vs Argentina.

Tapi di tengah sorak-sorai itu, muncul suara lain yang lebih nyaring: penolakan rakyat terhadap rencana utang Rp1 Triliun Pemprov Malut.

SPANDUK MUNCUL DI TENGAH NOBAR

Saat laga puncak berlangsung, sejumlah warga membentangkan spanduk besar bertuliskan:
“TOLAK PEMINJAMAN 1 TRILIUN PEMERINTAH PROVINSI MALUKU UTARA”

Aksi itu dilakukan damai. Tidak ada teriakan, tidak ada keributan. Hanya selembar kain yang jadi tamparan keras di tengah pesta bola.

Bagi warga, nobar bukan sekadar nonton bola.Ini ruang publik terbesar yang dimiliki Ternate saat ini. Dan di ruang itulah mereka memilih bicara.

“JANGAN UTANG DIAM-DIAM”

Para peserta aksi menegaskan, mereka tidak anti pembangunan. Yang mereka tolak adalah cara.

“Setiap kebijakan yang berpotensi menambah beban keuangan daerah harus disampaikan secara terbuka dan akuntabel. Jelaskan urgensinya, manfaatnya, dan dampak jangka panjangnya ke rakyat,” ujar salah satu peserta aksi.

Rakyat sudah muak dengan pola “tiba-tiba muncul di Banggar DPRD”. Pinjaman Rp1 Triliun itu kini masih menggelinding di meja Badan Anggaran. Tanpa sosialisasi publik yang memadai.

Padahal bebannya jelas: cicilan bisa tembus Rp400-500 Miliar/tahun selama 4 tahun.Uang itu uang rakyat Malut.

IRONI: PESTA BOLA, TAPI MASA DEPAN DIUTANGKAN

Ini ironinya. Di satu sisi Pemprov bangga Taman Film bisa jadi “Kampung Piala Dunia” dan viral di FIFA.

Di sisi lain, di tempat yang sama, rakyat mengingatkan: *jangan gadaikan masa depan kami demi proyek yang tidak jelas.

Pertanyaannya sederhana:
Untuk apa Rp1 Triliun itu? Proyek apa? Jaminannya apa? Siapa yang untung?

Sampai hari ini, jawaban Pemprov masih umum: “sudah sesuai prosedur”.

Padahal prosedur tanpa transparansi sama dengan legitimasi utang diam-diam.

PESAN DARI TRIBUN RAKYAT
Pembentangan spanduk di nobar ini adalah kode keras.

Rakyat Malut bisa nonton bola sambil tertawa. Tapi mereka tidak lupa. Mereka tetap mengawal APBD. Mereka tetap menolak jika utang hanya jadi bancakan segelintir orang.

Pemerintah boleh bikin pesta. Tapi rakyat punya hak untuk bertanya di tengah pesta itu.

Dan pertanyaannya hari ini satu:

Gubernur Sherly, berani jelaskan ke puluhan ribu orang di Taman Film ini, untuk apa Rp1 Triliun itu?

Jika tidak, maka spanduk di Fort Orange malam ini hanyalah babak pertama.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *