TERNATE — Sejarah baru akan ditorehkan di panggung seni Maluku Utara. Untuk pertama kalinya, kisah heroik empat pahlawan nasional dari Moloku Kie Raha dikemas dalam pertunjukan monolog.
Hal itu terungkap saat Munara Corporate resmi menggelar jumpa pers jelang Monolog Pahlawan Nasional: Jejak Perjuangan dari Moloku Kie Raha, Kamis malam (17/4/2026) di Studio Lantai II RRI Ternate.
Jumpa pers di RRI Ternate itu berlangsung hangat. Hadir Sutradara Amar Ome, bersama para aktor: Azis Hakim pemeran Sultan Babullah — Sultan Ternate sekaligus Pahlawan Nasional, Asrul NL pemeran Sultan Nuku — Sultan Tidore dan Pahlawan Nasional, serta Syahrir Ibnu pemeran Salahuddin Talabuddin — Pahlawan Nasional dari Halmahera Tengah. Aktor Amal Hasanudin pemeran Sultan Zainal Abidin Sjah berhalangan hadir.

“Ini Sejarah, Bukan Drama Biasa”
“Ini sejarah,” tegas Amar Ome, dosen Unkhair sekaligus sutradara. “Umumnya cerita kepahlawanan dikemas dalam film atau drama. Kami kemas dalam monolog. Masing-masing aktor berdiri sendiri, menghidupkan tokoh besar Moloku Kie Raha lewat tutur, emosi, dan jiwa.”
Demi pementasan terbaik, tim sudah menggelar pelatihan 4 kali. Naskah digarap empat penulis: Saiful Bahri Ruray, Asgar Saleh, Herman Osman, dan almarhum Irfan Ahmad.
Tantangan Jiwa: Jadi Babullah, Nuku, dan Salahuddin
Bagi para aktor, peran ini lebih dari sekadar panggung. Azis Hakim, pakar ekonomi asal Kayoa, mengaku terpanggil secara nurani. “Memerankan Sultan Babullah ada keterlibatan emosional. Kapita Kayoa dengan tarian perang soya-soya ikut dalam perjuangan beliau. Sebagai putra Kayoa, saya bangga. Tapi juga berat, karena Babullah tokoh besar,” ucapnya.

Asrul NL yang memerankan Sultan Nuku menyebut tantangan terberat adalah menjiwai Prince of Liberty itu. “Saya lama di panggung, tapi menjiwai karakter Nuku butuh napas panjang,” katanya.
Syahrir Ibnu, sosiolog Unkhair, mengakui keunikan perannya sebagai Salahuddin Bin Talabuddin. “Beliau bukan sultan, tapi guru ngaji, pendakwah. Berjuang dengan kekuatan moral. Jejak itu harus dijiwai,” ujar Syahrir.
Pentas 25 April, Tiket Rp100 Ribu
Monolog Pahlawan Nasional: Jejak Perjuangan dari Moloku Kie Raha akan dipentaskan Sabtu malam, 25 April 2026 di Bioskop XXI Mall Jati Land Ternate. Tiket dibanderol Rp100.000. “Untuk ukuran pertunjukan monolog kepahlawanan, harga itu standar,” kata Amar Ome.
Animo tinggi. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, para wali kota dan bupati se-Malut, hingga anggota DPR RI Irene Roba dikabarkan telah memesan tiket. Irene bahkan memesan beberapa sekaligus.
Amar Ome menjamin pertunjukan ini inspiratif, terutama bagi generasi muda. “Kontennya kuat, pertama di Malut, dan berkarakter Moloku Kie Raha. Beli tiket di gerai resmi dan nonton, pasti puas,” ajaknya.













