banner 728x250

Sentuhan Kemanusiaan di Ujung Negeri: Sekda Rizal Marsaoly Menyapa Korban Gempa di Batang Dua


Ternate, 3 April 2026 –Di tengah situasi mencekam pasca gempa bumi berkekuatan 7,6 SR yang masih dibayangi status siaga potensi tsunami dari BMKG Kelas III Ternate, langkah kemanusiaan ditunjukkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly. Sebagai Ketua Posko Penanganan Bencana, ia memilih hadir langsung di wilayah terluar—Kecamatan Batang Dua—menjangkau warga yang paling terdampak.

Setelah sebelumnya mengunjungi Pulau Mayau, Rizal bersama tim melanjutkan perjalanan ke Pulau Tifure, sebuah wilayah terpencil yang menyimpan duka sekaligus harapan. Di pulau ini, dua kelurahan—Pante Sagu dan Tifure—ikut merasakan dampak gempa yang mengguncang Kamis lalu.
Namun kunjungan ini bukan sekadar agenda formal pemerintahan. Di tengah keterbatasan akses dan situasi darurat, kehadiran Sekda menjadi simbol bahwa negara tidak abai terhadap warganya, bahkan di titik terjauh sekalipun.

Dengan menyapa warga satu per satu, Rizal memastikan kondisi mereka, mendengarkan keluhan, sekaligus menyerahkan bantuan bahan pokok dan kebutuhan mendesak. Ia juga menyambangi titik-titik pengungsian, memastikan para penyintas mendapatkan perhatian yang layak.
“Kehadiran kami di sini untuk memastikan seluruh warga mendapat penanganan yang sama. Ini adalah komitmen pemerintah untuk hadir tanpa membedakan wilayah, baik di Mayau maupun Tifure,” ujar Rizal dengan nada empati.

Data dari Posko Penanganan Bencana mencatat, di Kelurahan Tifure terdapat sembilan rumah warga dan satu rumah ibadah mengalami kerusakan ringan.

Sementara di Pante Sagu, satu rumah ibadah juga mengalami kerusakan serupa. Meski tergolong ringan, dampak psikologis yang dirasakan warga jauh lebih besar.
Menyadari hal itu, Rizal tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga tenaga kesehatan dan obat-obatan untuk memastikan kondisi fisik warga tetap terjaga.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi intens antara aparatur kelurahan dan kecamatan agar seluruh kebutuhan warga dapat terpantau dengan baik.
“Pemerintah tetap hadir untuk masyarakat Batang Dua. Kita ingin memastikan bantuan tersalurkan dan seluruh kerusakan terdata dengan baik,” tegasnya.

Di balik suasana duka, kehadiran rombongan pemerintah membawa secercah harapan. Warga yang sebelumnya diliputi kecemasan mulai merasakan ketenangan karena tidak ditinggalkan menghadapi bencana sendirian.

Lurah Tifure, Alter Akian Koda, mewakili masyarakat menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Kehadiran Pak Sekda di tengah masyarakat sangat berarti bagi kami. Bantuan ini benar-benar membantu warga yang sedang kesulitan,” ungkapnya.

Ia berharap bencana segera berlalu dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal seperti sediakala.

Kunjungan ini menjadi lebih dari sekadar penyaluran bantuan. Ia menjelma menjadi pesan kuat tentang solidaritas, bahwa di tengah krisis, kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama pelayanan publik. Di Pulau Tifure—di ujung negeri—negara hadir bukan hanya dengan logistik, tetapi juga dengan empati.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *