banner 728x250

RI DI ANTARA IRAN-PALESTINA Vs AS-ISRAEL

Smith Alhadar : Penasihat The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES); Penasihat Institute for Democracy Education (IDe)

Sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap perang Hamas-Israel dan perang Iran versus AS-Israel berdampak buruk terhadap hubungan Indonesia-Iran. Hal itu terlihat dari pertentangan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta dengan pemerintahan Prabowo.

Sejak beberapa hari lalu Kedubes Iran membuka rekening donasi di Bank BRI untuk “Bantu Korban dan Rekonstruksi Iran”. Saya melihat ini sebagai manuver politik Iran untuk menekan pemerintahan Prabowo, yang relevan dengan pepatah Indonesia “Pukul Tiang Kena Tembok”.

Kendati hubungan RI-Iran selama ini berjalan baik, di masa pemerintahan Prabowo hubungan strategis keduanya terganggu. Prabowo ataupun Presiden Iran tidak saling berkunjung. Pertemuan antara Menlu RI Sugiono dan Menlu Iran Abbas Araghchi pun tidak terjadi.

Ini konsekuensi dari perubahan bandul politik luar negeri Prabowo dari Non-Blok ke pro-Israel-AS. Iran adalah musuh besar Israel-AS. Ketika Israel-AS melakukan agresi terhadap Iran, sejak 28 Februari, Indonesia tidak mengecamnya. Berbeda dengan Malaysia, Jakarta butuh lima hari untuk mengirim belasungkawa bagi pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei Bersama istri, anak, dan menantunya.

Padahal, RI dan Iran merupakan anggota Non-Blok, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), D-8 (Nigeria, Mesir, Turki, Iran, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Indonesia), dan BRICS plus. Secara geopolitik, Iran sangat strategis karena secara geografis merupakan pintu masuk RI ke Asia Selatan, Asia Tengah, dan Timteng.

Tapi keduanya berbeda sikap dalam isu Palestina. Iran mendukung perjuangan bersenjata Hamas, sementara RI mendukung Otoritas Palestina di bawah Presiden Mahmoud Abbas yang punya legitimasi internasional. Tapi di bawah pemerintahan Prabowo, RI bahkan meninggalkan Otoritas Palestina.

Itu dapat dilihat pada bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) buatan Presiden AS Donald Trump – kini BoP berganti nama menjadi Dewan Perang atau Board of War (BoW), yang salah satu tugas utamanya adalah melucuti Hamas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *