Gastronomi menjadi salah satu kekuatan utama, dan Sekda menekankan, festival kuliner harus dikemas dengan spektakuler agar mampu menarik perhatian nasional dan internasional. “Jangan tampilkan yang biasa-biasa saja. Buat gastronomi ini menjadi magnet yang meninggalkan kesan mendalam,” tuturnya penuh semangat.
Tak kalah penting, rute pawai budaya akan dimulai dari Fort Oranje menuju Kedaton Kesultanan, menampilkan nilai historis yang kental dan visual yang memukau. Heritage City Tour pun diarahkan untuk menyajikan narasi mendalam tentang jejak rempah dalam sejarah, termasuk kisah Alfred Russel Wallace dan surat-surat penting dari Ternate.
“Setiap perjalanan harus punya cerita. Jangan sekadar jalan-jalan, tapi benar-benar dinarasikan tentang cengkih, pala, dan jejak sejarah yang membanggakan,” tegas Sekda.
Sebagai penutup, beliau mengingatkan pentingnya pembentukan tim koordinasi dan penanggung jawab tiap agenda, agar respons cepat dan pengambilan keputusan tepat waktu berjalan lancar.
“Ini adalah momentum besar untuk mengangkat kembali marwah Ternate sebagai kota rempah dunia. Saat orang pulang, mereka harus pulang dengan cerita yang meyakinkan: Ternate itu spektakuler!” tutup Sekda penuh semangat dan harapan.
Rakernas JKPI 2026 bukan hanya sekadar acara, melainkan langkah strategis memperkuat identitas kota dan menempatkan Ternate sebagai pusat budaya dan ekonomi rempah di skala nasional dan internasional.***


















