banner 728x250
Islam  

Tahlilan 1 Tahun Wafatnya KH Abdul Gani Kasuba, Sultan Tidore Sebut Almarhum Benteng Penjaga Islam Maluku Utara

TERNATE – Suasana khidmat menyelimuti kediaman keluarga almarhum Abdul Gani Kasuba di Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Ternate, Sabtu malam, saat ratusan jamaah menghadiri tahlilan satu tahun wafatnya ulama kharismatik sekaligus mantan Gubernur Maluku Utara dua periode tersebut.

Kegiatan doa bersama ini dihadiri berbagai tokoh penting daerah, ulama, akademisi, hingga masyarakat yang selama ini mengagumi sosok almarhum. Di antara yang hadir tampak H.Husein Sjah selaku Sultan Kesultanan Tidore, Kepala Basarnas, Ketua Wilayah PP Malut, Ketua Sibualamo Malut, pengurus Pondok Pesantren Alkhairat Kota Tidore Kepulauan, akademisi dan tokoh pemuda Dr.Thamrin Ibrahim, tokoh agama Zaky Al Idrus, Majelis Taklim Kota Ternate, serta pakar hukum dari UMMU Dr. Abdul Aziz Hakim, SH.MH.

Tahlilan tersebut dirangkai dengan sambutan keluarga, testimoni para sahabat almarhum, serta tausiah yang disampaikan oleh Habib Zaky Al Idrus.

Mewakili keluarga, putra sulung almarhum, M. Thariq Kasuba, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus terima kasih kepada para tamu yang hadir untuk mendoakan almarhum ayahanda mereka.

Kandidat doktor di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta itu menjelaskan bahwa tahlilan satu tahun wafatnya sang ayah memiliki dua tujuan utama.
“Pertama, untuk mendoakan almarhum ayahanda agar diterima di sisi Allah SWT. Kedua, sebagai sarana untuk terus menyambung tali silaturahmi antara keluarga, sahabat, dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sultan Tidore Husein Sjah dalam sambutannya menyampaikan kesan mendalam tentang sosok almarhum yang dikenalnya sejak lama.Ia mengenang hubungan erat antara keluarga almarhum dengan keluarganya. Bahkan, rumah keluarganya di Toboko, Kota Ternate, disebut menjadi salah satu tempat persinggahan almarhum saat melakukan aktivitas dakwah di berbagai wilayah Maluku Utara.

Menurut Sultan, semangat dakwah almarhum sangat luar biasa. Meski dalam kondisi sakit, almarhum tetap berusaha memenuhi undangan ceramah demi menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat.
“Karena cintanya beliau kepada umat, walau dalam kondisi sakit tetap ingin datang berdakwah. Bahkan kami pernah membawakan tikar dan bantal agar beliau bisa tetap menyampaikan ceramah,” kenang Sultan.

Ia menegaskan, dedikasi almarhum dalam menyebarkan ajaran Islam di Maluku Utara sangat besar, terutama dalam memperkenalkan dasar-dasar pendidikan Islam, menanamkan semangat keislaman dan ahlakulkarimah kepada masyarakat di wilayah Moloku Kie Raha.
“Beliau adalah penjaga benteng utama Islam di Maluku Kie Raha. Saya sendiri adalah salah satu muridnya,” ungkap Sultan.

Sultan Tidore juga mengaku banyak mendapatkan nasihat dari almarhum, terutama tentang pentingnya kesabaran dan istiqamah dalam menghadapi tantangan zaman.
“Beliau selalu berpesan bahwa godaan dan cobaan ke depan akan semakin berat. Karena itu kita harus sabar dan membentuk generasi yang baik untuk menjaga Moloku Kie Raha,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Sultan mengajak seluruh jamaah untuk terus mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Setiap kali mengingat beliau, marilah kita kirimkan Al-Fatihah. Semoga Allah menempatkan almarhum di tempat yang tertinggi di Jannatul Firdaus,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Habib Zaky Al Idrus sekaligus menutup rangkaian tahlilan mengenang satu tahun wafatnya Abdul Gani Kasuba, ulama sekaligus tokoh yang dikenal luas sebagai penggerak dakwah dan penjaga nilai-nilai Islam di Maluku Utara.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *