Terlebih, Jokowi tidak dikenal sebagai penentang Israel. Pada Maret 2023, Jokowi mendukung tim nasional sepak bola Israel U-20 bertanding di Indonesia. Tapi kebijakan ini ditolak PDI-P hingga mengakibatkan Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Penolakan PDI-P mengamplifikasi penolakan publik Indonersia. Jokowi sangat kecewa karena ini dianggap agenda yang akan meningkatkan pamornya di arena internasional dan meraih dukungan AS bagi perpanjangan masa jabatannya.
Yang tak kurang penting, diam-diam pemerintahan Jokowi mendukung proses normalisasi hubungan RI-Israel. Perundingan-perundingan rahasia telah dilakukan kedua pihak di berbagai negara Eropa. RI tinggal menunggu hasil perundingan normalisasi Israel-Arab Saudi. Andaikan Hamas tidak menerjang Israel pada 7 Oktober 2023, Indonesia sudah bergabung dengan Abraham Accord mengikuti Arab Saudi.
Dus, sowan Boroujerdi ke Jokowi mengecewakan banyak pendukung Iran di negeri ini dan mungkin memperburuk hubungan Iran dengan Presiden Prabowo. Tak kurang pentingnya, Boroujerdi melukai Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, musuh Jokowi, yang merupakan satu-satunya tokoh nasional yang menyuarakan dukungan terhadap Iran melawan AS-Israel.
PDI-P adalah sekutu alami Iran di Indonesia. Tidak ada parpol lain, terutama parpol-parpol berbasis Islam, yang bersahabat dengan Iran. Dus, pernyataan simpati dan dukungan Jokowi terhadap Iran mesti dibaca sebagai upaya Jokowi mengimbangi PDI-P. Demi menjaga hubungannya dengan PDI-P, dari rumah Jokowi, Boroujerdi mengunjungi Walikota Solo Achmad Ardianto.
Kedutaan Besar Iran menyebut, Achmad mengecam penyerangan warga sipil serta segala bentuk agresi dengan merujuk pada UUD RI. Dan menegaskan bahwa konstitusi Indonesia menolak segala bentuk agresi dan pendudukan asing, serta memiliki sikap yang independen dan jelas dalam hal tersebut (CNBC Indonesia, 1 April). Pernyataan Achmad senapas dengan suara Megawati yang, dengan sendirinya, bertentangan dengan sikap Prabowo.
Manuver Kedutaan Besar Iran di bawah Dubes Mohammad Boroujerdi tak membawa keuntungan apa-apa buat Iran. Malah mencoreng martabatnya dengan permintaan donasi pada rakyat Indonesia dan menjunjung tinggi Jokowi yang ditetapkan Proyek Pelaporan Kejahatan dan Korupsi Terorganisasi atau Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) sebagai salah satu dari lima pemimpin dunia yang paling korup.
Manuver Boroujerdi hanya hasil mengungkap kembali panggung perpolitikan nasional yang sudah lama kita ketahui tentang perbedaan sikap di antara aktor politik nasional. Bahwa di sana ada Prabowo yang hendak membalikkan bandul politik luar negeri kita dari berat ke China menjadi sekutu AS; bahwa Prabowo telah meninggalkan politik bebas aktif berbasis pada prinsip nonblok.
Bahwa Jokowi masih presiden RI melalui deep state; bahwa JK adalah figur penting RI yang punya sikap berbeda terkait agresi AS-Israel terhadap Iran; dan bahwa Megawati masih konsisten pada konstitusi dan politik bebas aktif kita, yang dibalikkan Prabowo; dan bahwa Indonesia, salah satu peolopor Gerakan Non-Blok dan negara Muslim terbesar di dunia, sangat penting bagi Iran dalam konteks perannya dalam isu Palestina dan agresi AS-Israel terhadap Iran.
Tangsel, 3 April 2026


















