banner 728x250

PRAJURIT TNI DI LEBANON, OBJEKTIF ISRAEL, DAN BOP

IDF bukan hanya menghadapi Hezbollah, tapi juga menyerang pemukiman sipil di berbagai kota Lebanon, melakukan pengusiran paksa penduduknya, dan menghancurkan jembatan-jembatan di Sungai Litani yang menghubungkan Lebanon selatan dengan Beirut guna memitigasi serbuan Hezbollah dari utara. Pada 9 Maret, Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di New York menemukan bukti bahwa Israel menggunakan fosfor putih di area pemukiman di Lebanon Selatan yang tentu saja melanggar hukum humaniter internasional.

Laporan itu mengkonfirmasi keotentikan tujuh foto yang memperlihatkan mesiu fosfor putih yang ditembakkan ke pemukiman Yahmor pada 3 Maret. Ramzi Kaiss, peneliti Lebanon pada HRW, mengatakan, IDF menggunakan fosfor putih yang terlarang atas kawasan pemukiman berdampak besar terhadap penduduk sipil. Efek pembakar fosfor putih dapat menyebabkan kematian atau cedera serius yang menyebabkan penderitaan seumur hidup.” Karena itu, mesiu ini dilarang di bawah hukum humaniter internasional.
​Penggunaan fosfor putih sudah berulang kali digunakan IDF dalam perang-perangnya dengan Hamas.

Penyerangan terhadap organisasi-organisasi kemanusiaan PBB di Gaza pun umumnya terjadi guna melemahkan Hamas, menciptakan kelaparan warga sipil, dan membebaskan IDF dari pengawasan PBB terhadap aturan perang yang menitik beratkan pada perlindungan warga sipil dan in frastruktur sipil penunjang kehidupan. Di Lebanon, selama perang dengan Hebollah, IDF berulang kali menyerang infrastruktur UNIFIL.

Tujuan dari penggunaan mesiu terlarang dan serangan terhadap UNIFIL adalah memaksa warga sipil mengungsi dan mengusir UNIFIL. Kedua hal ini dianggap mengganggu rencana Israel menganeksasi Lebanon selatan, yang kini kondisinya sudah mirip Gaza.

Bagaimanapun, serangan IDF ke UNIFIL yang menewaskan tiga prajurit TNI dikecam keras dunia internasional. Sekjen PBB Antonio Guterres menuntut Israel melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden itu. Anehnya, sikap pemerintah justru terkesan mengambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *