TERNATE — Baru-baru ini, aksi demo yang digelar warga dan pelaku usaha di Kelurahan Dufa-Dufa Ternate mencuri perhatian publik. Aksi blokade jalan yang dipicu keinginan warga agar rute kapal Queen Mary dikembalikan ke Pelabuhan Dufa-Dufa memicu ketegangan dan kekhawatiran akan terganggunya aktivitas ekonomi serta akses ke fasilitas strategis seperti Bandara Sultan Baabullah.
Situasi ini terasa semakin genting karena jalur utama menuju Dufa-Dufa dan bandara sempat terblokir, menimbulkan kekhawatiran akan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan kelangsungan usaha.
Di tengah ketidakpastian dan eskalasi kekerasan verbal dari warga yang dikenal keras dan militan itu muncul sosok seorang pemimpin yang mampu meredam badai tersebut: Dr. H. Rizal Marsaoly, SE.MM.
Sebagai Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly tidak sekadar mengandalkan komunikasi dari kejauhan. Ia turun langsung ke lokasi, menemui massa dan berdialog secara langsung dengan pelaku usaha, UMKM, tukang ojek, dan buruh bagasi yang terlibat dalam aksi. Kehadirannya di tengah kerumunan massa yang penuh resistensi menunjukkan keberanian dan dedikasi serta bertanggunjawab nya seorang pemimpin dalam menyelesaikan konflik secara manusiawi dan damai.
Dalam pertemuan yang penuh keakraban dan saling pengertian ini, Rizal menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Ia menyampaikan komitmen serta langkah-langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan, termasuk memutuskan untuk memindahkan kembali dermaga sandar KM Queen Merry ke Pelabuhan Dufa-Dufa, menggantikan kebijakan sebelumnya yang mengarahkan kapal ke Dermaga A. Yani. Keputusan ini diambil sebagai solusi cepat untuk mengakhiri aksi blokade dan mengembalikan akses normal ke jalur vital tersebut.
The Power Pemimpin Yang Mengakar dan Membumi Dengan Rakyat Kota Ternate.
Mengapa Rizal Marsaoly mampu menjadi solusi di Dufa-Dufa? Pertanyaan kritis itu menarik publik.
Pertama karena Rizal Marsaoly merupakan birokrat muda profesional yang dikader langsung 3 pemimpin Ternate yakni Walikota pertama H.Syamsir Andili, walikota ke dua H.Burhan Abdurahman dan Walikota Ternate saat ini HM.Tauhid Soleman serta yang tak kalah penting, Rizal adalah pejabat birokrasi yang dikenal sangat dekat dan membumi dengan kesultanan Ternate.
Dari proses kaderisasi sebagai pemimpin Kota Ternate dan pandangan positifnya terhadap kesultanan Ternate membuat seorang Rizal memahami betul karakter sosial masyarakat Kota Ternate.
Selain itu, Keberanian dan ketegasan Rizal dalam merespons tantangan sosial ini menunjukkan bahwa seorang pejabat tidak hanya harus mampu memberikan instruksi, tetapi juga harus hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memahami kebutuhan dan kekhawatiran mereka. Dengan pendekatan yang lembut namun tegas, Rizal mampu menjinakkan warga yang dikenal keras dan penuh resistensi, sehingga tercapai kesepahaman dan aksi pun berakhir dengan damai.
Kesuksesan penanganan ini tidak hanya menyelamatkan ketersediaan akses ke bandara dan pelabuhan, tetapi juga membuktikan bahwa kepemimpinan yang bertanggung jawab dan berani turun ke medan lapangan sangat krusial dalam menyelesaikan konflik sosial. Kehadiran Rizal Marsaoly di tengah suasana tegang ini menjadi teladan bahwa keberanian, kebijaksanaan, dan komitmen dari seorang pemimpin mampu mengubah situasi sulit menjadi peluang untuk menyatukan dan menyelesaikan permasalahan secara manusiawi.
Akhirnya, aksi di Dufa-Dufa berakhir damai berkat langkah cepat dan strategis dari tokoh pemimpin yang tidak ragu turun ke lapangan. Peristiwa ini meninggalkan pelajaran berharga bahwa di balik tantangan besar selalu ada solusi jika diiringi dengan keberanian dan kepemimpinan yang bijaksana — sebuah sinergi yang mampu menyatukan hati dan pike masyarakat, demi kebaikan bersama.














