TERNATE, 17 Juli 2026 — Piala Dunia 2026 resmi usai dan sebagaimana prediksi Presiden Fens Spanyol Kota Ternate, Dr.H.Rizal Marsaoly, Spanyol resmi meraih juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1 – 0 melalui gol Feran Tores.
Tapi euforianya belum selesai di Malut.
Sebab Piala Dunia tahun ini meninggalkan satu “oleh-oleh” manis buat Kota Ternate: namanya viral mendunia lewat Nobar di Taman Film, Fort Orange.
DARI FORT ORANGE KE INSTAGRAM RESMI FIFA
Bayangin, ribuan warga Ternate nonton bareng final di Taman Film. Sorak-sorai, bendera, dan vibe “kampung piala dunia” itu ternyata sampai ke mata dunia.

Akun Instagram resmi FIFA memposting euforia Nobar di Taman Film. Seketika nama Ternate banjir komentar netizen luar negeri.
Dari “Where is Ternate?” sampai “This vibe is amazing!”
Taman Film resmi jadi panggung Ternate di panggung dunia.
OTAK DI BALIK “KAMPUNG PIALA DUNIA” TERNATE
Pertanyaannya: siapa sih yang kepikiran bikin Taman Film jadi pusat Nobar segede ini?

Jawabannya: Dr. H. Rizal Marsaoly, SE.MM, Sekda Kota Ternate.
Ide penentuan Taman Film sebagai Kampung Piala Dunia lahir dari beliau. Lokasinya strategis, publik banget, plus sudah ada fasilitas video tron yang beliau konsepkan dari awal.
H.Rizal Marsaoly, Sekertaris Daerah Kota Ternate mengaku penetapan Taman Film di Fort Orange sebagai lokasi nonton bareng piala dunia 2026 melalui pertimbangan yang matang.Lokasi yang representatif didukung fasilitas yang tersedia menjadi pertimbangan kala menetapkan taman film sebagai kampung piala dunia.
“Piala dunia kali ini sangat unik karena diikuti 48 negara peserta dan digelar di tiga negara sekaligus.Kami di Pemkot Ternate ingin menghadirkan atmosfer kemeriahan itu langsung ke tengah- tengah masyarakat.Taman film Benteng orange dipilih karena lokasinya di pusat kota, terbuka, dan representatif untuk menggelar nonton bareng berskala besar.Saya beri nama ini dengan “kampung Piala Dunia” selama Piala dunia berlangsung”ujar sapaan H.Ical ini.
Kalangan internal di Pemkot Ternate memberikan testimoninya.

“Ya konsep Taman Film dengan fasilitas video tron dan area penontonnya memang konsep dari beliau, yakni Pak Sekda,” tutur salah satu staf di Bappeda dan Disbudpar Kota Ternate.
“Pertimbangan fasilitas yang lengkap inilah kemudian diputuskan sebagai Kampung Piala Dunia yang terbukti sukses memantik euforia hingga mendunia itu,”lanjutnya.
“ALHAMDULILLAH KEPUTUSANNYA TEPAT”
Saat ditanya soal viralnya Ternate, H. Ical hanya tersenyum dan bersyukur.
“Alhamdulillah pilihan keputusan yang tepat,” ujar beliau singkat.
Momen Piala Dunia usai, tapi dampaknya masih panjang. Taman Film kini bukan cuma tempat nonton bareng. Ia sudah jadi ikon wisata dan ruang publik kebanggaan Ternate yang dikenal dunia.
Bukti kalau dengan ide sederhana + fasilitas tepat, Kota Ternate bisa mendunia tanpa harus jadi tuan rumah Piala Dunia.
Para fens mengaku terkesan Nobar di taman Filem sensasinya seperti nonton langsung di Metlife Stadion, venue laga final Piala Dunia.
“Thanks pak Sekda kota Ternate H.Ical, Nobar di taman Filem bikin puas, sensasinya serasa nonton langsung Metlife stadion ”sahut penuh apresiasi kepada Sekda H.Rizal Marsaoly dari para fens usai Nobar final piala dunia.













