banner 728x250
Berita  

Malut Institute Tolak PT.Ormat

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA —Malut Institue, LSM yang bergerak di bidang advokasi kebijakan publik menyatakan menolak PT.Omart, perusahan yang disebut -sebut berafiliasi dengan sistem ekonomi Israel sebagai pengelola Geothermal atau panas bumi Talaga Rano, Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

banner 325x300

Sikap Malut Institute ini menambah daftar elemen bangsa yang menolak kehadiran PT.Omart Geothermal Indonesia di Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

Sebelumnya, FORNUSA, Masyarakat Adat Waiyoli, SEMAINDO, GCP, FORMAPAS, LMD, menyusul sejumlah tokoh diantaranya dai Dr.(Cand) Thariq Kasuba, Lc.MA, intelektual Muhammad Zulfikar Rakhmat dan Wishnu Try Utomo menyatakan penolakan atas kehadiran PT.Ormat itu.

Menurut AbduRahim Fabanyo, Direktur Malut Institute, kehadiran perusahan Zionis Yahudi itu melukai hati rakyat indonesia yang masih dirudung kesedihan terhadap warga Gaza yang menjadi korban genosida Yahudi Israel.
“Malut Institute menolak karena solidaritas atas korban genosida warga Gaza, penjajah tidak bisa hidup di bumi NKRI”ujar AbduRahim Fabanyo Tegas.

AbduRahim menyesakan sikap pemerintahan Presiden Prabowo melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadila yang memberikan peluang bagi PT.Ormat mengelola panas bumi di Jailolo, Halmahera Barat.
“Apa pemerintah sudah kehilangan sanse of crisis atas warga Gaza yang di genosida Yahudi Israel”tukas dia.
Ketua DPW Partai UMAT Provinsi Maluku Utara ini meminta Bahlil Lahadila untuk menikah kembali keputusannya mengujinkan PT.Ormat mengelola panas bumi di Halmahera Barat.
“Malut Institute meminta dengan tegas Pemerintah mencabut ijin PT.Ormat”tandasnya.

Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Miniral (ESDM) dikabarkan memberi izin kepada jaringan perusahaan raksasa energi Israel, Ormat Technologies Inc, untuk mengelola panas bumi di wilayah Halmahera Barat ,Maluku Utara.

Perusahaan energi baru dan terbarukan yang berkantor pusat di Amerika Serikat memenangkan pelelangan project WKP Telaga Ranu Nomor: 1.Pm/EK.04/DJE.P/2026.
Dalam unggahan akun Instagram @middleeastmonitor Telaga Ranu,Halmahera resmi diserahkan kepada PT Ormat Geothermal Indonesia. Proyek ini disebut sebagai bagian dari ambisi Indonesia menuju Net Zero Emission 2060.

Ekosistem Pulau Halmahera kini berada dalam risiko ganda. Wilayah yang masih memiliki kawasan hutan luas ini tengah dihantam permintaan global yang masif.
Dalam unggahan akun Instagram @middleeastmonitor Telaga Ranu,Halmahera resmi diserahkan kepada PT Ormat Geothermal Indonesia. Proyek ini disebut sebagai bagian dari ambisi Indonesia menuju Net Zero Emission 2060.
Ekosistem Pulau Halmahera kini berada dalam risiko ganda. Wilayah yang masih memiliki kawasan hutan luas ini tengah dihantam permintaan global yang masif.
Selain itu, secara politis, kehadiran Ormat technologies untuk mengelola panas bumi dipandang melemahkan posisi tawar Indonesia saat menyuarakan isu Palestina.

Catatan opini Muhammad Zulfikar Rakhmat dan Wishnu Try Utomo menyatakan meskipun memiliki reputasi global sebagai pembela hak-hak Palestina, Indonesia telah menyetujui konsesi panas bumi di Halmahera, sebuah pulau berhutan di Indonesia bagian timur, yang melibatkan perusahaan yang terlibat dalam sistem ekonomi Israel. Keputusan ini jelas membawa dua risiko.
” Hal ini melemahkan posisi politik Indonesia terhadap Palestina dan menjadikan lingkungan yang rapuh ini terkena tekanan industri yang lebih dalam. Hal ini bukan hanya kontradiksi kebijakan luar negeri. Ini adalah pilihan pembangunan yang memiliki konsekuensi ekologis jangka panjang,” ujarnya.

Halmahera dikatakan sudah mengalami peningkatan permintaan global. Kompleks nikel besar yang terutama didukung oleh Tiongkok telah mengubah sebagian wilayah pulau tersebut menjadi pusat pemrosesan yang terkait dengan rantai pasokan baterai kendaraan listrik.
Investor yang terhubung dengan Jepang dan Korea Selatan telah mendanai pabrik peleburan, pembangkit listrik, dan jaringan logistik untuk mengamankan akses mineral.

Hilangnya hutan meningkat pesat di kawasan industri. Perairan pesisir menghadapi peningkatan tekanan. Masyarakat sedang menyesuaikan diri terhadap perubahan ekonomi yang tiba-tiba.

Konsesi panas bumi menambah jejak industri jangka panjang pada ekosistem yang sudah menyerap dampak kumulatif. PT Ormat Geothermal Indonesia dikendalikan oleh Ormat Technologies, sebuah perusahaan yang dibangun diatas jaringan teknik, manufaktur, dan modal Israel.

Indonesia tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dan secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap penentuan nasib sendiri Palestina.
Memperdalam hubungan komersial dengan perusahaan-perusahaan yang berakar di Israel menciptakan kesenjangan kebijakan yang nyata. Ketika pesan kebijakan luar negeri dan perilaku ekonomi berbeda, kredibilitas menurun. Posisi moral menjadi lebih sulit untuk dipertahankan. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *