TERNATE — Mantan Wali Kota Ternate, almarhum H. Burhan Abdurrahman, disebut memiliki jasa besar dalam berdirinya Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU). Hal itu disampaikan Rektor UMMU periode 2009–2015, Dr. Kasman Hi. Ahmad, saat mengenang sosok Burhan Abdurrahman.
Menurut Kasman, komunikasi intens dengan Burhan Abdurrahman dimulai pada 25 April 2001. Dengan semangat yang sama untuk mendirikan perguruan tinggi swasta di Ternate, Burhan Abdurrahman bersedia bergabung dalam pembinaan dan penataan awal UMMU.
“Malamnya kami langsung melapor kepada Ketua PW Muhammadiyah Malut, Drs. Yunus Namsa, almarhum. Pak Yunus sangat senang mendengar bergabungnya Haji Bur,” kata Kasman.
Keesokan harinya, struktur Badan Pembina Harian (BPH) pertama PTM UMMU disusun. Burhan Abdurrahman masuk sebagai anggota, dengan Jafar Umar sebagai ketua dan Kasman sebagai sekretaris. Saat itu, Burhan Abdurrahman menjabat Kepala DPKAD Kota Ternate.
Rumah Burhan Abdurrahman Jadi Tempat Pemilihan Rektor Pertama
Kasman menuturkan, saat UMMU memasuki tahapan pemilihan rektor pertama, Burhan Abdurrahman bersedia menjadikan rumahnya sebagai tempat sidang.
“Tanpa pikir panjang beliau langsung bersedia dan menanyakan apa saja yang harus disiapkan,” ujarnya.
Rapat pemilihan dilaksanakan 10 Mei 2001. Kasman yang bertindak sebagai pimpinan rapat mengumumkan Drs. H. Yunus Namsa ditetapkan sebagai Rektor UMMU pertama periode 2001–2005. Setelah itu, UMMU mulai menerima mahasiswa baru dengan pusat kegiatan di ruang kelas SMA Muhammadiyah Ternate.
Bantu Pembelian Rumah untuk Kantor Rektorat
Kasman juga mengenang peran Burhan Abdurrahman dalam pengadaan kantor rektorat UMMU. Saat itu, ada rumah di sebelah SMA Muhammadiyah yang hendak dijual. Wali Kota Syamsir Andili menyatakan siap membantu, namun perlu mengecek anggaran ke Burhan Abdurrahman yang menjabat Kepala DPKAD.
“Begitu disampaikan, Haji Bur langsung menghadap wali kota dan menyampaikan kalau masih ada dana sisa. Besoknya langsung diproses, dan hanya dalam tiga hari pembayaran rumah untuk kantor rektorat UMMU sudah dilaksanakan,” kata Kasman.
Dukung Program Baca Tulis Al-Qur’an di SD
Hubungan Burhan Abdurrahman dengan UMMU berlanjut hingga ia terpilih sebagai Wali Kota Ternate pada Oktober 2010. Usai pelantikan, ia menyampaikan akan mengawali kegiatan sebagai wali kota di kampus UMMU dengan acara buka puasa bersama pada 10 Oktober 2010.
Pada periode kedua Kasman sebagai rektor, Burhan Abdurrahman rutin terlibat dalam forum “1 Jam Bersama Wali Kota di Kampus” untuk membahas pembangunan dan pelayanan publik.
Salah satu kebijakan yang lahir dari diskusi itu adalah kewajiban bisa membaca Al-Qur’an bagi siswa SD yang akan mengikuti ujian. Kebijakan ini diwujudkan dengan mewisuda ribuan siswa SD setiap tahun selama masa jabatannya.
Tetap Mengabdi di UMMU Hingga Akhir Hayat
Setelah purna tugas sebagai wali kota, Burhan Abdurrahman mengabdi sebagai dosen di Program Pascasarjana UMMU hingga akhir hayatnya.
“Bagi kami di UMMU, beliau ibarat berjalan di atas pasir: jejak kakinya jelas terlihat, namun tak menimbulkan bunyi,” kata Kasman.
Kasman menilai kebaikan Burhan Abdurrahman untuk UMMU dilakukan dengan tulus tanpa menuntut pengakuan. Ia berharap catatan ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi generasi berikutnya.
Wakil Bupati Halmahera Utara ini menutup testomoninya dengan untaian doa : “Allahumagfirlahu wathamahu wafi wafianhu”













