TERNATE – Setelah 5 tahun disemayamkan di tanah Gowa, jasad almarhum Dr. H. Burhan Abdurahman, mantan Walikota Ternate dua periode, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya. Kebijakan Walikota Ternate Dr. H.M. Tauhid Soleman memulangkan jenazah itu menuai haru dan apresiasi luas dari keluarga maupun masyarakat Maluku Utara.
Bagi keluarga, ini bukan sekadar pemulangan jenazah. Ini adalah pemenuhan harapan yang lama tertanam: mengembalikan sang pemimpin ke tanah negeri Kesultanan yang pernah ia pimpin dan bangun.
“Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ternate atas kebijakan memulangkan jasad almarhum H. Burhan Abdurahman,” ujar Ahmad Yani Abdurahman, adik kandung almarhum, dengan suara bergetar.
Mantan Kepala Bapenda Kota Ternate yang kini mengabdi sebagai akademisi itu tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Ternate yang menyambut kedatangan jasad sang kakanda dengan doa.
“Terima kasih pula kepada masyarakat Kota Ternate atas segala doa baiknya untuk almarhum. Semoga segala doanya diijabah Allah SWT,” sambungnya.
Ulama : Ini Kebijakan Etis
Tokoh agama islam menilai kebijakan pemulangan jasad H.Burhan sebagai kebijakan yang penuh keadaban dari walikota Ternate H.M.Tauhid Soleman.
“Ini kebijakan walikota ternate yang memiliki nilai adab yang masih menghargai jasa pemimpin kota ternate sebelumnya”ujar Habib Alwy Albaar yang juga wakil Imam Masjid Raya Almunawwar Kota Ternate ini.
“jadi tidak ada tendensi lain”tandasnya.
Warisan yang Diminta untuk Dilanjutkan
Dalam kesempatan itu, A. Yani menitipkan pesan agar warisan kebijakan pembangunan almarhum tidak berhenti. Ia berharap Pemerintah Kota Ternate terus melanjutkan dan melestarikan jejak kepemimpinan sang kakanda.
Ia juga tak menapik langkah pemulangan ini sebagai wujud kebijakan etis dari Walikota Tauhid Soleman dan Sekda Rizal Marsaoly. Seperti diketahuu, Keduanya bukan orang asing bagi almarhum. Tauhid pernah menjadi Sekda Kota Ternate selama dua periode kepemimpinan Burhan Abdurahman. Sementara Rizal Marsaoly membersamai almarhum sebagai sekertaris Ikatan Keluarga Tidore yang dipimpin H.Bur dengan program Barifola dan pernah menjabat kepala dinas di sejumlah OPD pada masa yang sama.
Pemulangan jasad almarhum sekaligus mewujudkan wasiat terakhir sang ibunda. Sebuah amanat keluarga yang kini terpenuhi setelah penantian panjang.
Bagi masyarakat Ternate, kepulangan H. Burhan Abdurahman bukan hanya soal memakamkan jasad. Ia adalah pengingat bahwa pengabdian seorang pemimpin tidak pernah benar-benar hilang, dan rumahnya akan selalu menanti untuk menyambut pulang.













