TERNATE — Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Provinsi Maluku Utara menggelar silaturahmi sekaligus rapat perdana, Kamis (28/4/2026) malam, di Aula MTs Kelurahan Dufa-Dufa, Ternate.
Silaturahmi dan rapat perdana ini dihadiri Dr.Adnan Mahmud (Ketua PW ISNU Malut), Yamin Latif Tjokra (Sekertaris PW ISNU Malut), Dr.Azis Hasyim (ekonom Unkhair) Jainul Yusup (Akademisi Unkhair) dan puluhan akademisi lainya.
Rapat digelar pasca PW ISNU Malut menerima SK Mandat dari PP ISNU. Forum menyepakati tiga agenda besar digelar serentak pada 9, 10, dan 11 Juli 2026: pelantikan pengurus PW ISNU periode 2026-2031, Rapat Kerja Daerah, dan Madrasah Kader ISNU.
“Jadi kita sepakat ya pelantikan, Rakerda dan MK ISNU digelar tanggal 9,10 dan 11 Juli 2026,” ujar Sekretaris PW ISNU Malut yang memimpin rapat.
Ketua PW ISNU Malut Adnan Mahmud, menegaskan pentingnya tiga agenda tersebut. “Agenda ini sangat penting dalam menentukan eksistensi ISNU Provinsi Maluku Utara ke depan dalam mengawal agenda khidmat pemerintah dan daerah serta memboboti agenda strategis Nahdlatul Ulama,” katanya.

Rektor IAIN Ternate ini menekankan peran aktif seluruh kader ISNU memberi sumbangsih pemikiran bagi kemajuan daerah dan NU.
Organising Comite dan Stering Comite,Seragam dan Lokasi Kegiatan
Rapat juga menyepakati organizing Committee yang diketuai Jainul Yusup (akademisi)dan steering Committe yang dipimpin Bung Odo (akademisi Unkhair).Selain itu rapat juga membahas pengadaan seragam pelantikan.
“Jadi kita sepakati sahabat Jainul Yusup sebagai Organizing Committee (OC) dan sahabat Dodo sebagai stering Committee (SC) ya” kata pimpinan rapat, disetujui peserta.
Forum rapat juga menyepakati lokasi kegiatan dibagi dua: pelantikan dan Rakerda digelar di hotel, sedangkan Madrasah Kader berlangsung di Aula MTs Ternate.
Peserta MK ISNU Terbuka untuk Provinsi Lain
Disepakati : Peserta MK ISNU berasal dari pengurus wilayah serta pengurus cabang kabupaten/kota se-Maluku Utara. Ketua ISNU Malut menyebut MK ISNU kali ini juga terbuka bagi pengurus dari provinsi lain.
“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya begitu, MK ISNU juga diikuti provinsi lain yang belum berkesempatan menggelar MK ISNU,” ujar Adnan.
Rapat ditutup dengan perkenalan antarpengurus wilayah. (*)











