TERNATE — Teka-teki kursi panas Direktur Utama dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum Ake Gaale akhirnya mulai menemukan titik terang. Dua nama mencuat kuat ke permukaan: Firman Sjah, pangeran muda Kesultanan Ternate, dan Samin Marsaoly, birokrat senior yang kini menjabat Kepala BPSDM Kota Ternate.
Dilansir dari Indo Timur.Com, Sinyal itu menguat dari pernyataan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, yang juga Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Perumda Ake Gaale.
Rizal memastikan, pelantikan dua posisi strategis tersebut akan dilakukan pada awal pekan depan, menyusul rampungnya seluruh tahapan seleksi.
“Pelantikan tetap dilaksanakan karena keputusan Menteri Dalam Negeri sudah terbit dan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga telah dikantongi,” ujar Rizal kepada wartawan usai rapat.
Meski belum menyebut nama secara resmi, hasil seleksi mengindikasikan kuat bahwa Firman Sjah dan Samin Marsaoly menjadi kandidat teratas yang bakal dilantik.
Rizal menegaskan, seluruh proses seleksi dilakukan sesuai norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK). Penilaian akhir pun telah ditetapkan oleh Kuasa Pemilik Modal (KPM), dalam hal ini Wali Kota Ternate.
“Siapa yang tertuang dalam surat keputusan, itulah yang akan dilantik. Semua tahapan sudah dilalui secara prosedural,” tegasnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelantikan Dirut dan Dewas Perumda Ake Gaale dijadwalkan berlangsung pada Senin, 14 April 2026, di Kantor Perumda Ake Gaale Ternate.
Sebelumnya, Pansel telah menetapkan tiga besar calon direktur dan dewan pengawas. Untuk posisi direktur, Firman Sjah memimpin dengan nilai 7,409, disusul Muhammad Riswan Ilyas (7,378) dan Djasman Abubakar (7,342).
Sementara itu, untuk Dewan Pengawas, Samin Marsaoly unggul dengan nilai 7,93, diikuti Anwar Hasjim (7,27) dan Lutfi Buamonabot (7,25).
Dengan keunggulan nilai tersebut, duet Firman Sjah dan Samin Marsaoly kini berada di garis terdepan untuk memimpin Perumda Ake Gaale periode 2026–2029.
Jika tak ada aral melintang, kombinasi figur muda dari lingkar kesultanan dan pengalaman birokrasi ini akan menjadi wajah baru pengelolaan air bersih di Kota Ternate—sebuah harapan baru di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi.***













